Kamis, 30 Mei 2013

asal usul

Comando, itulah sebutan perkumpulan anak-anak muda dari lereng gunung menoreh tepatnya di desa purwosari dusun gedong. Dulu nama perkumpulannya adalah boged (bocah gedong) dan sudah melalang buana dalam bidang olah raga maupun pencak silat (tawuran) juga sudah mulai disegani. Tapi karena satu per satu anggotanya merantau maka boged pun pecah ditengah jalan. Sekitar tahun 2002 para anggota boged yang masih tersisa ingin mengangkat lagi nama boged, karena mereka melihat anak-anak gedong sudah banyak yang dewasa untuk melanjutkan komunitas ini, gagasan ini didukung oleh anak-anak muda yang baru. Setelah berunding kira-kira 1 bulan, sambil menggalang dana, akhirnya para anak muda gedong mendirikan kumpulan anak-anak muda gedong yang baru dengan nama comando. Keputusan ini dirundingkan dalam rapat perdana di blimbing tempat base campnya anak-anak comando. Pembentukan comando ini pun didukung penuh oleh lurah purwosari, dengan pemberian tanah untuk lapangan bola voli. Pembentukan comando ini ditandai dengan pembuatan lapangan bola voli dan pembuatan tumpeng, karena anak-anak comandopun tak lepas dengan adat jawa. Anggotanya sekitar 30 orang dan rapat/perkumlan di adakan setiap sebulan sekali yaitu malam minggu kliwon. Comando ini pun bukan hanya perkumpulan biasa, karena didalamnya juga mengadakan berbagai aktifitas seperti arisan anak muda, juga aktif dalam olah raga bola voli. Comando ini pun menerima banyak sumbangan baik berupa uang maupun barang dari anggota boged yang lama yang sudah merantau. Anggota bola voli comandopun maju pesat dan mengikuti berbagai event. Setiap tujuh belas agustuspun tim comando tidak ketinggalan dalam berbagai lomba yang diadakan dan pasti meriah. Apalagi persatuan antar anak-anak yang begitu erat hingga seperti keluarga. Bisa dibilang pembentukan comando ini sukses. Tapi lama-kelamaan anggota comando sedikit demi sedikit juga merantau keluar daerah, juga banyak yang sudah menikah. Akhirnya hanya tersisa beberapa orang, setelah kira-kira 3 tahun akhirnya tahun 2005 comando pun resmi bubar. Entah apakah perkumpulan seperti comando nantinya akan bisa bangkit lagi atau tidak tapi yang pasti persatuan antar boged (bocah gedong) tetap terjaga sampai sekarang dan nanti. Ingatlah comando dengan persatuannya yang kuat serta kreatifitas yang tiada batas harus tetap dingat, apalagi buat calon comando-comando yang baru harus kita mengerti budaya dan asal-usul comando ataupun boged yang masih melegenda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar